Jumat, 25 Desember 2009

Luka Pada Penderita Diabetes


Luka pada penderita Diabetes

Info Penting. . .
Bagi penderita Diabetes Melitus, sebaiknya was-was terhadap Luka yang diderita. Jika luka tersebut masih kecil atau hanya sebatas goresan Luka sebaiknya segera diobati. Karena jika penyakit tersebut tidak segera diobati semakin lama akan mengalami pembusukan. Pembusukan tersebut biasa disebut Gangrene. . .
Jika Gangerene semakin berlanjut bisa menyebabkan hal yang fatal bagi si penderita. Bisa membuat organ dari si penderita tersebut harus segera diamputasi.

Pengobatan pada Luka Penderita Diabetes Melitus
Untuk Luka biasa
-         Lakukan pencucian pada Luka tersebut dengan menggunakan Larutan NaCl. NaCl bisa dibeli di rumah sakit dengan harga yang terjangkau.
* Sebaiknya luka dibersihkan dengan kain kassa bukan dengan kapas.
-         Beri Betadine secukupnya pada Luka tersebut. Namun bila Luka tersebut cukup ringan juga bisa menggunakan serbuk Peniccilin atau serbuk Nebacetin (Nebacetin sejenis dengan penicillin), karena bisa mempercepat penyembuhan.
-         Kemudian balut dengan Kain Kassa.

-         Jika Luka sudah semakin melebar, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit agar bisa ditangani lebih lanjut dengan cara pencucian yang rutin. Terlebih untuk yang mengalami Gangrene, harus secepatnya ditangani oleh Dokter yang ahli.

-         Yang biasa saya liat saat pencucian di rumah sakit,, jaringan atau kulit yang mati biasanya dibersihkan dengan cara membuang jaringan atau kulit yang mati tersebut. Kemudian dibersihkan dengan cara yang sama seperti Luka biasa, namun menggunakan Madu. Hal itu dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan jaringan kulit pada luka tersebut.

-         Satu hal yang penting bagi penderita Diabetes Melitus ini,, KADAR GULA dalam tubuh harus selalu terkontrol. Karena bila kadar gula tetap stabil dapat mempercepat proses penyembuhan.

Semua info ini saya sampaikan bagi penderita diabetes maupun masyarakat sekalian  yang memiliki keluarga penderita Diabetes. Saya mengetahui hal ini karena salah satu keluarga saya juga ada yang menderita penyakit Diabetes Melitus seperti ini. Dan keadaannya sekarang sudah mulai pulih. Saya harap info ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Semoga cepat sembuh bagi penderita Diabetes yang sedang mengalami luka seperti ini.

Photo-photo luka pada penderita Diabetes Melitus



Selasa, 10 November 2009

"Jerawat"

“JERAWAT”
Jerawat (bahasa Inggris: acne) adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceous gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit. Daerah yang mudah terkena jerawat ialah di muka, dada, punggung dan tubuh bagian atas lengan.
Peradangan pada kulit terjadi jika kelenjar minyak memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan sehingga terjadi penyumbatan pada saluran kelenjar minyak dan pembentukan komedo (whiteheads) dan seborhoea. Apabila sumbatan membesar, komedo terbuka (blackheads) muncul sehingga terjadi interaksi dengan bakteri jerawat.
Jerawat digolongkan ringan bila bentuknya masih komedo dengan jumlah lesi kurang dari 30. Apabila jumlah lesi berkisar antara 30-125 maka dinamakan jerawat sedang (papule). Jerawat besar yang disebut nodul atau kista timbul bila lesi di atas 125.
Munculnya jerawat sering terjadi pada masa pubertas antara usia 14-19 tahun yang disebabkan oleh perubahan hormon pada remaja. Deteksi jerawat sejak dini sangat sulit sebab sebelum masa pubertas kulit anak akan mengalami pengelupasan tiga minggu sekali. Sedangkan ketika remaja, kulit mengelupas empat minggu sekali.
Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85% populasi mengalami jerawat pada usia 12-25 tahun, 15% populasi mengalaminya hingga usia 25 tahun. Jika tidak teratasi dengan baik, gangguan jerawat dapat menetap hingga usia 40 tahun.
Selain menimbulkan bekas jerawat, efek utamanya adalah pada jiwa seseorang, seperti krisis percaya diri atau minder dan depresi.
Komponen konsep diri yang sering terganggu pada remaja dengan munculnya jerawat yaitu gambaran diri (body image) dan harga diri, dimana pada masa remaja fokus individu terhadap fisik lebih menonjol dari periode kehidupan lain. Bentuk tubuh merupakan bagian dari gambaran diri, pada remaja yang berjerawat mengakibatkan perubahan bentuk tubuh dari remaja tersebut yang akan berdampak pada interaksi atau hubungan sosial dilingkungan, dimana remaja menjadi minder dan merasa tidak percaya diri yang akan mengakibatkan rendahnya harga diri.
Tetapi tidak semua remaja yang berjerawat dapat mengalami gangguan konsep diri, hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pendidikan, pekerjaan, pengetahuan/ informasi yang didapat dari media seperti televisi, majalah yang diterima oleh setiap remaja.
Penyebab jerawat
Penyebab sebenarnya mengapa seseorang mempunyai jerawat dan yang lain tidak punya masih belum diketahui secara menyeluruh. Beberapa faktor yang menyebabkan jerawat ialah:
• Stres
• Keturunan dari orangtua
• Aktivitas hormon : Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.
• Kelenjar minyak yang hiperaktif
• Bakteri di pori-pori kulit
• Iritasi kulit atau karena garukan
• Anabolic steroid
• Pil pengontrol kelahiran / pil KB, namun banyak wanita mengalami penurunan munculnya jerawat semasa pemakaian pil
• Berada dalam lingkungan dengan kadar chlorine yang tinggi, terutama chlorinated dioxins, yang menyebabkan jerawat serius yang disebut Chloracne.
Jenis-jenis Jerawat
● Tipe Non-Inflammatory
(arti simplenya jerawat yang tidak bikin sakit dan tidak akan bertambah besar). Yang termasuk kategori ini adalah
• Komedo Putih(whiteheads) –gambar A
• Komedo Hitam(blackheads) –gambar B
Kedua komedo ini adalah akibat dari pori-pori yang tersumbat yang disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit. Jika komedonya tertutup disebut whitehead sedangkan komedo yang terbuka disebut blackhead. Dan ingat warna hitam pada blackhead bukanlah kotoran tapi merupakan penyumbat pori yang berubah warna karena teroksidasi dengan udara.
Kedua jenis jerawat ini juga termasuk golongan jerawat ringan dan bisa langsung disembuhkan dengan facial(baik facial di salon maupun dilakukan sendiri)
● Tipe Inflamatory
(yakni jerawat yang sering menimbulkan rasa sakit dan kemungkinan bisa terus bertambah besar, biasanya berwarna merah). Berbeda dengan komedo, penyebab jerawat ini tidak hanya karena pori-pori yang tersumbat tetapi pori-pori tersumbat itu juga terinfeksi oleh bakteri. Jenis ini antara lain :
• Papule - gambar (C)
(termasuk jerawat sedang, warnanya merah dan kecil)
• Pustule - gambar (D)
(jika papule tersebut berisi pus/benda putih yang bentuknya seperti nasi. Warna pustule adalah merah di pinggir dan putih di tengahnya)
• Nodule - gambar (E)
(jerawat ini termasuk jerawat besar. Ukurannya lebih besar dari pustule dan biasanya sangat sakit jika disentuh)
• Cyst - gambar (F)
(ini adalah bentuk jerawat yang paling parah. Ukuranya besar bahkan kadang sangat besar sehingga seperti bengkak. Berbeda dengan jerawat lainnya, cyst biasanya menyebar ke seluruh wajah/tidak di satu tempat saja. Kebanyakan pengidap cyst seringkali juga memiliki anggota keluarga yang mengalami hal serupa sehingga kemungkinan besar jerawat jenis ini bersifat genetik.)




● Milia
Milia adalah bintik-bintik putih yang hampir menyerupai whiteheads tapi ukurannya jauh lebih kecil sehingga baru terasa jika diraba. Milia bisa terjadi pada bayi yang baru lahir, anak-anak maupun oranng dewasa. Kalo orang Jawa biasa menyebutnya “keringet buntet”(kalo tidak salah :P).
● Acne Rosacea
Adalah jenis jerawat yang paling dan sangat sulit disembuhkan. Bentuknya sangat mengerikan karena biasanya menyebar ke seluruh wajah bahkan tubuh. Penyakit ini adalah gabuangan dari jerawat dan rosacea. Untuk lebih jelasnya tentang acne rosacea bisa kalian
Miskonsepsi jerawat
Dikarenakan pengetahuan medis tentang jerawat masih sedikit, banyak rumor salah beredar tentang penyebab jerawat:
• Makanan. Coklat, snack, gula, susu dan seafood tidak menyebabkan jerawat. Penelitian medis hingga kini tidak menemukan perbedaan yang berarti antara timbulnya jerawat pada dua kelompok manusia, salah satu kelompok mengkonsumsi makanan di atas dan yang lain tidak. Tetapi, dalam buku The Acne Prescription, dermatologis radikal Nicholas Perricone menuturkan bahwa ini juga merupakan sebuah mitos, dan menyarankan diet khusus dengan menu ikan yang banyak dan sedikit gula.
• Seks. Mitos umum menyatakan masturbasi dan tidak menikah dapat menyebabkan jerawat. Namun tidak ada bukti medis yang menguatkan pendapat ini.

Cara mengatasi Jerawat
Dengan menggunakan Air rebusan Daun Sirih
Jerawat memang sangat mengganggu, apalagi untuk kaum wanita. Kita akan merasakan jengkel dan sangat menyiksa apabila jerawat itu tumbuh. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan air rebusan daun sirih sebagai cara mengatasi jerawat yang menjengkelkan itu.
Pengobatan :
* Kita dapat meminum air rebusan Daun Sirih sebanyak 2 sampai 3 gelas setiap hari.
* Bahkan daun sirih yang telah kita rebus, dapat kita gunakan sebagai salah satu sabun pencuci muka.
Mengapa Daun Sirih digunakan sebagai salah satu cara mengatasi jerawat??
Karena tanaman obat yang sudah dikenal sejak tahun 600 SM ini mengandung zat antiseptik yang mampu membunuh kuman. Kandungan fenol dalam sifat antiseptiknya lima kali lebih efektif dibandingkan dengan fenol biasa.
Sehingga daun sirih mampu mengatasi jerawat- jerawat yang menjengkelkan pada wajah anda.



;;

My photo's...